
Siapa sih yang gak kenal dengan klub bola ternama asal Britania Raya ini. Ya benar, Manchester United adalah jawabannya. Mari kita bahas bersama sedikit tentang Manchaster United pada artikel ini.
Klub ini memiliki nama awal Newton Heath L&YR F.C. dan didirikan pada tahun 1878 yang telah berganti nama menjadi Manchester United hingga saat ini. L&YR adalah singkatan dari “Lancashire & Yorkshire Railway” yang merupakan perusahaan kereta api, perusahaan yang membiayai mereka pada awalnya. Namun sekarang pemilik Manchester United bukan lagi L&YR melainkan adalah Avram Glazer yang membeli klub ini seharga 790 juta pound (sekitar Rp15,9 triliun) pada tahun 2005. Dan memiliki stadion bernama Old Trafford yang bisa menampung 76.212 orang.
MU menjadi salah satu klub bola terbesar di dunia karena banyaknya gelar juara yang dimenangkan. Namun belakangan ini performanya agak menurun dan banyak mendapat kritikan dari para fansnya. Masa masa paling indah bagi fans MU adalah masa dimana Sir Alex Ferguson menjadi pelatih utamanya karena dibawah kepemimpinannya MU menjadi momok bagi para lawan tandingnya.
Mengenang Kejayaan MU Di Bawah Asuhan Sir Alex Ferguson
Sosok Sir Alex Ferguson. Pelatih asal Skotlandia ini telah menjadi ikon dan kebanggaan tersendiri bagi warga Manchester. Sir Alex Ferguson merupakan orang ke dua yang menjabat masa kepelatihan terlama sepanjang sejarah sepakbola. Beliau telah menukangi sang setan merah selama 26 tahun 8 bulan sejak 1986-2013. Dan sepanjang masa kepelatihannya itu lah Manchester United memasuki masa-masa kejayaannya.
Selama 26 tahun masa kepelatihannya, Sir Alex Ferguson telah membawa segudang prestasi untuk Manchester United. Sepanjang karirnya di Old Trafford, beliau telah membawa The Red Devils memenangkan 13 trofi Liga Inggris, 2 trofi Liga Champion, 1 trofi Piala Dunia antarklub, 5 trofi FA Cup, dan trofi Piala Super Eropa.
Pada musim 1998-1999, beliau membawa Manchester United memenangkan treble winners. Beliau telah membesarkan beberapa pemain bintang seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Eric Cantona, Cristiano Ronaldo, dan masih banyak lagi.
Setelah membahas kejayaan MU di masa lalu, ada baiknya mari kita bahas juga kondisi MU saat ini di bawah asuhan Ole Gunnar Solksjaer.
Ole Gunnar Solksjaer
Bagi fans MU Solksjaer tidak dikenal sebagai pelatih saja, tetapi ia juga pernah menjadi pemain Manchester United pada pada periode 1996-2007. Semasa jadi pemain, Solskjaer berhasil menyumbangkan berbagai gelar juara, termasuk 6 (enam) trofi Liga Inggris dan 1 (satu) gelar Liga Champions. Pelatih asal Norwegia itu pertama kali menangani MU pada Desember 2018. Saat itu ia ditunjuk sebagai caretaker alias pelatih interim MU. Ia menjadi pelatih interim Manchester United sejak 19 Desember 2018, menggantikan Jose Mourinho yang dianggap gagal mengangkat prestasi tim. Setahun kemudian, Solskjaer dianggkat jadi pelatih tetap Manchester United. Berdasarkan data Transfermarkt, Solskjaer dikontrak sebagai pelatih Manchester United hingga Juni 2022
Namun sampai detik ini Solksjaer masih belum bisa mempersembahkan trofi bagi Manchester United dan 2x menjadi runner-up yaitu pada semifinal melawan Vilarreal di ajang Liga Europa dengan skor imbang 1-1 (kalah adu penalty 11-10). Yang kedua menjadi runner-up di ajang Liga Inggris musim 2020/21 dengan selisih 12poin oleh Manchester City.
Hal ini tak membuat Ole Gunnar Solksjaer menyerah, tetapi menjadikan semangat bagi dirinya agar terus berbenah untuk mempersembahkan trofi pertamanya bersama Manchester United.
Menurut Solskjaer, trofi perdana bisa memberikan dorongan moral untuk bisa memenangkan kompetisi-kompetisi lainnya musim depan. ”Itu bisa memberikan kepercayaan. Tapi itu bisa juga membuat tim lebih haus (kemenangan). Saat Anda memenangkan sesuatu, Anda ingin merasakan sensasi itu lagi, mengangkat trofi,” ujar Solskjaer dikutip dari Manchestereveningnews, Selasa (25/5).
Baca juga Kinerja Baterai iPhone


